Jakarta Pusat

Jl. Gunung Sahari Raya 51 A3

021-4203744
06.30 - 20.00 WIB Senin-Jumat

06.30 - 17.00 WIB Sabtu

Mengenal Sirosis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

mengenal-sirosis-penyebab-gejala-dan-cara-mengobatinya

Mengenal Sirosis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Mungkin masih banyak dari Anda yang belum terlalu mengenal sirosis. Sirosis bukan merupakan penyakit yang muncul dengan tiba-tiba. Penyakit yang menyerang hati ini merupakan penyakit kronis yang membutuhkan waktu lama untuk berkembang, hingga pada akhirnya kondisinya pun menjadi semakin parah. Sirosis yang tidak mendapat penanganan dengan tepat dapat berisiko menyebabkan kematian. Sirosis kronis ini biasanya merupakan perjalanan akhir dari penyakit hepatitis kronis.

Mengenal Sirosis

Sirosis adalah kondisi di mana telah terbentuknya parut di hati akibat kerusakan hati dalam waktu yang lama. Dengan perlahan, penyakit ini akan berkembang dan menggantikan jaringan sehat di hati dengan jaringan parut. Jaringan parut ini akan menghambat aliran darah yang melewati hati, sehingga membuat kinerja hati terganggu, bahkan berhenti.

Hati yang rusak karena sirosis tidak dapat diperbaiki lagi. Kerusakan ini bahkan bisa menyebar lebih luas dan menyebabkan hati tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Beberapa fungsi hati yang akan terganggu seperti hati tidak lagi mampu membuat protein baru, menyingkirkan zat berbahaya dari darah, melawan infeksi, serta dan mencerna makanan. Hati yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya ini tentu pada akhirnya akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Kondisi menurunnya fungsi hati ini sering disebut dengan istilah gagal hati. Butuh waktu bertahun-tahun untuk sirosis berkembang menjadi gagal hati. Penanganan untuk sirosis hati tidak akan dapat mengembalikan hati ke semula, penanganan dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya saja.

Penyebab Sirosis

Sirosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain virus hepatitis B, virus hepatitis C, mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, dan kondisi lainnya yang dapat merusak jaringan hati.

Gejala Sirosis

Pada tahap awal penyakit ini, sirosis biasanya hanya menimbulkan sedikit gejala yang tidak terlalu terasa. Namun, apabila fungsi hati sudah mengalami penurunan secara signifikan, pengidap sirosis akan mengalami beberapa gejala sebagai berikut.

  • Mudah lelah, kekurangan energi, dan mudah mengantuk.
  • Nafsu makan menurun.
  • Berat badan turun atau naik secara tiba-tiba.
  • Demam yang disertai menggigil.
  • Sesak napas.
  • Bagian tubuh tertentu, seperti pergelangan kaki dan perut atau edema membengkak.
  • Sakit kuning, ditandai dengan kulit dan putih mata berwarna kuning.
  • Mual dan muntah.
  • Muntah darah.
  • Warna urine dan tinja berubah (kadang disertai dengan bercak darah).
  • Kulit gatal-gatal.

Apabila Anda mengalami beberapa gejala di atas, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, kemudian tes darah, dan prosedur pencitraan seperti CT scan, MRI, dan USG. Pemeriksaan pencitraan ini dilakukan untuk melihat kondisi hati. Selain itu akan ada pengambilan sampel jaringan hati.

Langkah Pengobatan Sirosis

Seperti yang sudah diketahui, sirosis memang tidak dapat disembuhkan. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk menangani jaringan hati yang rusak akibat sirosis adalah dengan melakukan transplantasi hati. Meskipun demikian, penyebab dasar yang memicu terjadinya sirosis dapat dihambat dengan mengonsumsi obat-obatan. Pengobatan pun dilakukan untuk memperlambat perkembangan kerusakan jaringan hati dan mengatasi gejala serta komplikasi yang timbul akibat sirosis.

Biasanya, pengidap sirosis akan diberikan obat antivirus untuk mengatasi hepatitis C agar sirosis tidak bertambah parah. Tidak hanya mengonsumsi obat-obatan, pengidap sirosis juga harus melakukan upaya lain seperti dengan menerapkan gaya hidup sehat agar perkembangan sirosis dapat diperlambat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengurangi atau berhenti mengonsumsi minuman alkohol sama sekali.
  2. Menurunkan berat badan bila Anda mengalami obesitas, dengan cara melakukan diet tinggi protein.
  3. Membatasi cairan untuk mengontrol akumulasi cairan.

Selain itu, untuk mencegah sirosis lebih awal, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati sedini mungkin, agar dapat didiagnosa dan ditangani lebih awal apabila hati mengalami gangguan. Anda dapat melakukan pemeriksaan fungsi hati di GS Lab. Segera kunjungi website GS Lab dan dapatkan promonya. Lebih mudah dan hemat dengan GS Lab!

GS Lab

Laboratorium Klinik terbaik di Jakarta. Pesan pemeriksaan kesehatan secara online lewat gslab.co.id

No Comments

Leave a Reply